Sabtu, 02 Oktober 2021

UNSUR HALOGEN


UNSUR HALOGEN
Golongan halogen meliputoi flourin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I) dan astatin (At). Nama “halogen” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “pembentuk garam”. Dinamakan demikian karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Misalnya klorin bereaksi dengan natrium membentuk natrium klorida (NaCl), yaitu garam dapur. Dalam sistem periodik, unsur halogen terdapat pada golongan VII A, mempunyai 7 elektron valensi pada subkulit ns2np5. Konfigurai elektron yang demikian membuat unsur-unsur halogen sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negatif satu.
7.2.1. Kelimpahan unsur halogen di alam
Pada umumnya halogen di alam dijumpai dalam bentuk senyawa halida. Flourin ditemukan dalam mineral-mineral pada kulit bumi : Flourspar (CaF2) dan kriolit (Na3AlF). Klorin, bromin dan iodin terkandung pada air laut dalam bentuk garam-garam halida dari natrium, magnesium, kalium dan kalsium. Garam halida yang paling banyak adalah NaCl, meliputi 2,8% berat air laut
Di daerah Chili, Amerika serikat, iodin ditemukan dalam jumlah berlimpah sebagai garam natrium iodat (NaIO3). Beberapa sumber air di negara kita ternyata mengandung natrium iodida (NaI) dalam kadar yang cukup tinggi,. Beberapa jenis lumut dan ganggang laut mengandung senyawa iodin. Unsur astatin tidak dijumpai di alam, sebab bersifat radioaktif.
Ion halida dalam tubuh manusia Ion klorida merupakan anion terbanyak yang dikandung oleh plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah dan cairan eksresi..
Ion iodida dikandung oleh kelenjar tiroid dan merupakan komponen yang diperlukan untuk membuat hormon tiroksin C15H11O4NI4). Ion flourida diperlukan untuk mencegah kerusakan gigi, sebab F‾ merupakan komponen pembuat bahan perekat Fluoroapatit [Ca(PO4)3F)] yang tedapat pada lapisan email gigi kita.
7.2.2.  Sifat-sifat halogen
 Sifat fisik
            Sifat fisik unsur halogen dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Sifat-sifat fisik halogen
  Sifat-sifat
Flourin
Klorin
Bromin
Iodin
Astatin
Jari-jari atom (ppm)
133
180
195
215
-
Jari-jari kovalen
71
99
114
133
145
Energi ionisasi (KJ/mol)
1680
1250
1140
1008
912
Keelektronegatifan
4
3
2,8
2,5
2,2
Afinitas elektron (KJ/mol)
-328
-349
-325
-295
-270
Kerapatan (Kg/m3)
1696
3214
3110
49630
-
Titik leleh(0C)
-220
-10
7,2
114
-
Titik didih(0C)
-180
-35
59
184
337
Potensial reduksi
+2,87
+1,36
+1,065
+0,535
-
 • Sifat kimia
Kereaktifan unsur non logam dapat dikaitkan dengan kemampuan menarik elekrtron membentuk ion negatif, semakin negatif nilai afinitas elektron menunjukkan semakin besar kecenderungan menarik elektron, berarti kereaktifan bertambah. Kereaktifan halogen menurun dari flourin ke iodin.
Reaksi dengan logam
      Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam
      Contoh :
2Al + 3 Br2      -->   2 AlBr3
2Fe + 3 Cl2      -->   2 FeCl3
Cu + F2           --- >   CuF2
Reaksi dengan hidrogen
      Semua halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halide (HX)

H2 + X2   -->        2HX
Reaksi dengan nonlogam dan metaloid tertentu. Contoh

Si + 2X2     -->  SiX4

2B + 3X2    -->   2BX3

P+ 6X2      -->  4PX3

P+ 10X  -->  4PX5
Reaksi dengan hidrokarbon (reaksi subsitusi)
      Contoh

CH4 + Cl2     -->  CHCl3 + HCl
      Flourin bereaksi hebat, tetapi iodin tidak bereaksi
Reaksi dengan air
      Flourin bereaksi hebat dengan air mebentuk HF dan membebaskan oksigen

F2 + H2O     --> 2HF + O2
Halogen lainnya mengalami reaksi disproporsionasi dalam air menurut kesetimbangan berikut

X2 + H2O    -->  HX + HXO
Reaksi dengan basa
      Klorin, bromin dan iodin mengalami reaksi disproporsionasi

            Contoh : Cl2(g) + 2NaOH(aq)      -->  NaCL(aq) + NaClO(aq) + H2O(l)
Reaksi antar halogen, reaksinya secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut:

X2 + nY2    --->  2XYn
      Y = halogen yang lebih elektronegatif
      n = 1,3,5 dan 7
      Daya oksidasi halogen
Oleh karena unsur halogen mudah menangkap elektron (mengalami reduksi) maka unsur halogen merupakan zat pengoksidasi (oksidator) yang kuat. Daya oksidasi halogen meningkat dengan berkurangnya nomor atom. Itulah sebabnya suatu unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain di bawahnya, tetrapi tidak mampu mengoksidasi halogen yang di atasnya.
Contoh : F+2 Cl‾   -->  2F‾ + Cl2

Br2 + 2I‾      -->  I2 + 2Br‾
Halogen dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -1, +1, +3, +5 dan +7. oleh karena keelektronegatifan unsuir halogen sangat besar, maka pada umumnya halogen dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -1. bilangan oksidasi positif hanya akan dimiliki halogen apabila ia berikatan dengan atom yang lebih elektronegatif, misalnya oksuigen atau halogen lain yang letaknya lebih atas dalam sistem periodik.
Klorin, bromin dan iodin dapat membentuk senyawa-senyawa oksihalogen. Flourin tidak dapat membentuk senyawa oksihalogen sebab keelektronegatifan flourin lebih besar daripada oksigen.
            Berdasarkan jumlah atom oksigennya, asam oksihalogen mempunyai nama sebagai berikut. misal :
No
Rumus molekul
Bilangan oksidasi
Nama
1
HClO
+1
Asam hipoklorit
2
HClO2
+3
Asam klorit
3
HClO3
+5
Asam klorat
4
HClO4
+7
Asam perklorat
            Kekuatan asam oksihalogen dapat ditentukan dengan melihat jumlah unsur oksigen yang terikat pada asam oksihalogen tersebut. Semakin besar jumlah atom oksigennya, semakin kuat pula asamnya. Untuk jumlah atom oksigen yang sama, asam oksiklorin lebih kuat daripada asam oksibromin dan asam oksibromin lebih kuat daripada asam oksiiodin. Jadi asam perklorat (HClO4) adalah asam oksihalogen yang paling kuat, bahkan merupakan asam paling kuat di semua asam yang dikenal.
7.2.3.      Kegunaan halogen dan senyawanya
·               Flourin
1.      Gas flourin (F2) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium -235 dari isotop uranium-238 melalui difusi gas
2.      Asam flourida (HF), yang dapat bereaksi dengan gelas, sehingga sering digunakan untuk mengukir (mengetra) gelas

CaSIO3(s)  + 8 Hf(aq)        -->  H2SiF6(aq) + CaF2(s) + 3 H2O
3.      Natrium heksa flourosilikat (Na2SiF6), bahan yang dicampurkan pada pasta gigi agar gigi menjadi kuat
4.      NaF, zat yang digunakan untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga
5.      SF6, sutau gas yang digunakan sebagai insulator
6.      Kriolit (Na3AlF), bahan yang digunakan sebagai pelarut dalam pengolahan logam Al secara elektrolisis.
7.      Freon-12 (CF2Cl2), senyawa yang dipakai sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC, serta sebagai zat pendorong pada kosmetika aerosol (spray)
8.      Teflon, suatu jenis plastik tahan pans yang banyak digunakan pada peralatan mesin
·         Klorin
1.      Gas Cl2 mempunyai sifat desinfektan, sehingga sering dialirkan pada air kolam renang untuk memusnahkan kuman-kuman berbahaya.
2.      Gas Cldapat menarik timah dari kaleng bekas, membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah murni
3.      HCl, digunakan untuk membersihkan permukaan logam serta untuk mengekstraksi logam-logam tertentu dari bijihnya.
4.      NaCl, dipaki sebagi garam dapur dan sebagi bahan baku pada berbagai jenis industri kimia
5.      KCl sebagai pupuk tanaman
6.      NH4Cl, elektrolit pengisi batu baterai
7.      NaClO, mengoksidasi zat warna sehingga digunakan sebagai zat pengelantang untuk kain dan kertas
8.      Kalium kloart, bahan pembuat mercon dan korek api
9.      Seng klorida (ZnCl2), bahan pematri (solder)
10.  Kalsium hipoklorit (CaCOCl)disingkat kaporit, pemusnah kuman pada air ledeng
·         Bromin
1.      NaBr, zat sedutif atau obat penenang saraf
2.      AgBr, yang disuspensikan dalam gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi
3.      Metal bromida (CH3Br), suatu bahan campuran zat pemadam kebakaran
4.      Etilen dibromida (C2H4Br2), yang sering ditambahkan pada bensin, agar senyawa Pb dalam bensin diubah menjadi PbBr2, sehingga logam pb tidak mengendap dalam silinder
·         Iodin
1.      Larutan I2 dalam alkohol yang disebut sebagai tingtur yodium, obat luka agar tidak terkena infeksi
2.      Kalium iodat (KIO3) yang ditambahkan pada garam dapur, agar tubuh kita memperoleh iodin
3.      Perak iodida (AgI), digunakan dalam film fotografi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi masukan yang membangun.terima kasih