Rabu, 30 September 2020

EVALUASI AKHIR PEMBELAJARAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


1. Sebeleum mengerjakan evaluasi, silahkan pelajari kembali materinya lagi
2. Soal Evaluasi Sifat koligatif larutan
3. Silahkan unduh nilai pada format di bawah ini


Senin, 14 September 2020

PPT Redoks dengan perubahan bilangan Oksidasi

PPT Redoks dengan setengah reaksi

PPT Setengah Reaksi

SISTEM PERIODIK UNSUR ( SPU )

 

1.    Perkembangan Sistem Periodik Unsur

a.     Pengelompokan unsur berdasarkan sifat logam dan non-logam

             Sifat-Sifat Unsur logam

ü Bersifat konduktor

ü Mudah ditempa

ü Mengkilap

ü Umumnya berwujud padat pada suhu kamar kecuali Hg dan Fr

ü Bersifat reduktor (dapat mereduksi)

ü Cenderung membentuk ion positi

Sifat-Sifat Unsur non-logam

üBersifat isolator

üTidak mengkilap

üBersifat oksidator

üBerwujud padat, cair maupun gas

üBersifat rapuh

üCenderung membentuk ion negatif

 

b.  Triade ( Dobreiner )

ü Dobreiner orang pertama yang menemukan hubungan antara sifat-sifat kimia unsur dengan massa atomnya. Tiap tiga unsur yang mempunyai kemiripan sifat disusun dalam satu kelompok sehinga dikenal dengan hukum triade.

ü Unsur-unsur dikelompokkan menjadi beberapa kelompok tiap kelompok terdiri dari 3 unsur (triade)

ü Unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom,  massa unsur yang ditengah merupakan rata-rata dari unsur pertama dan ketiga.

 

c.   Hukum Oktav ( Newland ) Th. 1864

       Th. 1863  Newland menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Dalam susunan unsur tesebut, ternyata unsur ke delapan mempunyai sifat  yang mirip dengan unsur pertama, unsur kesembilan mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedua dan seterusnya. Susunan yang diperolehnya dikenal dengan hukum oktaf.

 

d.  Sistem Periodik Mendeleyev (Th. 1869)

1)    Th 1870 Lothar Meyer menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat fisika dari unsur-unsur tersebut.

2)   Th 1869 Demitri Ivanovich Mendeleyeve mengembangkan hasil penysusunan Newland dengan mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat-sifat kimia unsur tersebut.

3)    Unsur-unsur yang memiliki sifat mirip diletakkan pada lajur tegak yang sama

4)    Berdasarkan hasil pengelompokkannya : disimpulkan bahwa “Sifat unsur perupakan fungsi periodik dari massa atom” (Hukum Periodik Mendeleyev)

5)    Berdasarkan hasil penyusunannya diketahui bahwa:

a)     Sifat sifat unsur berulang pada sejumlah tertentu unsur ( sifat unsur merupakan sifat berkala dari massa atomnya).

b)    Dapat meramalkan adanya unsur unsur dan sifat-sifat, unsur yang belum ditemukan (yaitu eka-boron, eka alumnium dan eka silikon) yaitu Scandium (1879), galium (1875) dan germanium (1886)

c)     Susunan berkala Mendeleyev, unsur dibagi menjadi 8 deret vertikal yang dinamakan golongan dan unsur-unsur dalam satu deret vertikal mempunyai sifat-sifat yang mirip

Tempat yang kosong akan ditempati oleh unsur yang belum ditemukan

 

e.  Sistem Periodik Modern ( Hendri Mosley th. 1913)

1)    Menurut Mosley : sifat dasar atom ditentukan oleh jumlah proton = nomor atom).

2)    Mosley menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan jumlah proton dan kemiripan sifat.

3)    Unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat diletakkan pada lajur tegak yang sama disebut golongan

4)    Sistem periodik ini dibagi :

a)     Lajur Horizontal  yang disebut periode (nomor periode) = 7 periode yaitu periode 1 s.d periode 7

b)    Lajur Vertikal yang disebut golongan yaitu

o   golongan IA sampai dengan VIIIA yang disebut unsur golongan utama

o   golongan IB sampai dengan VIIIB yang disebut unsur transisi

2.  Hubungan Konfigurasi elektron dengan Sistem Periodik Unsur.

a.     Berdasarkan pengisian elektron pada sub kulit terluarnya (terakhir pengisian electron) :

1)    Blok  s    :  jika pengisian elektron berakhir pada sub kulit s ( unsur Utama = gol A )

2)    Blok  p    :  jika pengisian elektron berakhir pada sub kulit p ( unsur Utama = gol A )

3)    Blok  d    :  jika pengisian elektron berakhir pada sub kulit d ( unsur transisi = gol B )

4)    Blok  f     :  jika pengisian elektron berakhir pada sub kulit f ( unsur transisi dalam )

b.          Jumlah elektron valensi = nomor golongan

c.          Nomor kulit terbesar = nomor period

 3.    Sifat – Sifat Periodik Unsur

a.     Jari-jari atom

 Jari-jari atom adalah jarak antara inti atom dengan elektron pada kulit terluar.

ü Dalam satu periode      :  makin kecil dari kiri ke kanan

ü Dalam satu golongan   :  makin besar dari atas ke bawah

b.    Energi ionsisasi pertama

ü Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron pada kulit terluar.

ü Dalam satu periode      :  makin besar dari kiri ke kanan

ü Dalam satu golongan   :  makin kecil dari atas ke bawah

c.     Afinitas elektron

ü Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dilepas jika atom menyerap elektron.

ü Dalam satu periode      :  makin besar dari kiri ke kanan

ü Dalam satu golongan   :  makin kecil dari atas ke bawah

d.    Keelektronegatifan

ü  Keelektronegatifan adalah kecenderungan atom untuk menarik pasangan elektron dalam berikatan dengan atom lain.

ü  Dalam satu periode    :   makin besar dari kiri ke kanan

ü  Dalam satu golongan :   makin kecil dari atas ke bawah

 

Kamis, 03 September 2020

ALKUNA


Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga C≡C. Suku alkuna paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etuna.  Nama  alkuna sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran –ana  menjadi -una
Gas berbau khas yang biasa digunakan oleh tukang las adalah senyawa darialkuna yang disebut etuna atau asetilena yang sehari-hari disebut gas karbit. Gas ini dihasilkan dari reaksi antara karbit (CaC2) dengan air. Persamaan reaksinya ditulis:
CaC2(s)   +   2 H2O(l)     à   C2H2(g)  +   Ca(OH)2(aq)
 karbit                                       etuna            air kapur

1.Rumus Umum Alkuna

         CnH2n-2 ,              n = jumlah atom karbon



Contoh rumus molekul dan rumus struktur pada alkuna. Ikatan Rangkap pada Alkuna












2. Tata Nama Alkuna

Tata nama alkuna pada umumnya sama dengan alkana, hanya akhiran ana  diganti menjadi –una.
Dalam aturan yang lain sama dengan tata nama pada Alkena hanya ditentukan adanya ikatan rangkap 3 










3. Keisomeran pada Alkuna

Pada alkuna terjadi isomer posisi dan isomer rantai. Pada isomer rantai letak ikatan rangkap tetap. Pada isomer posisi letak ikatan rangkap berubah. 













4. Sifat Alkuna


Sifat fisik alkuna mirip dengan sifat-sifat alkana maupun alkena, Berdasarkan titik didihnya, tiga senyawa alkuna terpendek berwujud gas.
Alkuna sangat sukar larut dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik seperti karbontetraklorida