Kamis, 30 Januari 2020

Definisi Trayek pH Indikator


Definisi Trayek pH Indikator
        Proses pengukuran pH dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakanpHmeter atau pH indikator. pHmeter merupakan alat yang dapat menunjukkan nilai pH suatu senyawa dengan presisi. pH indikator merupakan senyawa yang memiliki kepekaan terhadap berubahnya suasana asam atau basa dengan cara berubah warna pada kisaran tertentu. Terdapat dua macam pH indikator, yaitu pH indikator universal dan pH indikator dengan trayek pH tertentu. pH indikator universal memiliki kemampuan perubahan warna untuk keadaaan asam dan basa mulai dari 1 hingga 14. Berbeda dengan pH indikator yang hanya memiliki trayek tertentu untuk menentukan pH suatu senyawa.
Berikut ini merupakan jenis pH indikator yang sering digunakan.
Contoh
Contoh 1
Suatu larutan tidak menunjukkan adanya perubahan warna ketika diberi indikator fenolftalein (PP). Akan tetapi berubah warna menjadi biru ketika menggunakan indikator bromtimol biru. Larutan tersebut memiliki pH pada kisaran .…
Penyelesaian:
 


 Jadi  kisaran 7,6 – 8,3
 Contoh Soal berikut:
Pada pengujian sampel air limbah diperoleh data sebagai berikut :
Sampel
Metil Merah(MM)
(pH 4,2 – 6,3)
Merah – Kuning
Bromtimol Biru( BTB)
 (pH 6,0 – 7,6)
 Kuning – Biru
Phenolftalein ( PP )
(pH 8,3 – 10)
Tidak Berwarna – Merah 
A
Kuning
Biru
Merah
B
Kuning
Biru
Tidak Berwarna
Harga pH untuk sampel A dan B berturut-turut adalah ...
 Jadi  kisaran pH 10























Jadi  kisaran  7,6  pH  8,3
Jadi  pH untuk sampel A dan B berturut-turut adalah ...

pH 10 dan 7,6  pH  8,3

10 Reaksi Asam Basa


10 Reaksi Asam Basa
Berikut adalah sepuluh macam reaksi-reaksi dari larutan asam dan basa.
Setiap reaksi menghasilkan hasil reaksi yang berbeda pula tergantung apakah pereaksinya Asam Lemah, Asam Kuat, Basa Lemah, atau Basa Kuat.
Sebenarnya ada lebih dari 10 reaksi asam basa, namun yang dipelajari di SMA hanya 10 reaksi saja
1.    Asam Kuat + Basa Kuat –> Garam + Air .
Contoh reaksinya : 
HCl + NaOH –> NaCl + H2O
2.    Asam Kuat + Basa Lemah –> Garam + Air.
Contoh reaksinya : 
HNO3 + NH4OH –> NH4NO3 + H2O
3.    Asam Lemah + Basa Kuat –> Garam + Air.
Contoh reaksinya : 
HCN + NaOH –> NaCN + H2O
Asam Lemah + Basa Lemah –> Garam + Air.
Contoh reaksinya : 
CH3COOH + NH4OH –> NH4CH3COO + H2O
4.    Asam I + Garam I –> Garam + Asam II.
Contoh reaksinya : 
H3PO4 + NH4F –> (NH4)3PO4 + 3HF
5.    Basa I + Garam I –> Garam II + Basa II.
Contoh reaksinya : 
NaOH + (NH4)2SO4 –> 2 NH4OH + Na2 SO4
6.    Garam I + Garam II –> Garam III + Garam IV 
(dengan catatan, salah satunya mengendap).
Contoh reaksinya : 
Pb(NO3)2 + KI –> PbI2 + 2KNO3
7.    Logam + Asam –> Garam + Gas H2.
Contoh reaksinya :
Mg + 2HCl –> MgCl2 + H2
8.    Oksida Basa + Asam –> Garam + Air.
Contoh reaksinya : 
MgO + HNO3 –> Mg(NO3)2 + H2O
9.    Oksida Asam + Basa –> Garam + Air.
Contoh reaksinya : 
CO2 + 2NaOH –> Na2CO3 + H2O