Kamis, 06 Desember 2018

UNSUR TRANSISI


UNSUR TRANSISI

Unsur-Unsur Transisi Peride Keempat
Pada sistem periodik unsur, yang termasuk dalam golongan transisi adalah unsur-unsur golongan B, dimulai dari IB –VIIIB



Sifat-sifat unsur transisi
1. Sifat Logam
Semua unsur transisi adalah logam, yang bersifat lunak, mengkilap,dan penghantar listrik dan panas yang baik. Hal ini disebabkan karena unsur transisi hanya mengandung 1 atau 2 elektron pada kulit terluar.
2. Bilangan Oksidasi
Tidak seperti golongan IA dan IIA yang hanya mempunyai bilangan oksidasi +1 dan +2, unsur-unsur logam transisi mempunyai  bilangan oksidasi  yang lebih sejenis.Hal ini disebabkan karena beberapa atau semua elektron pada orbital d dapat digunakan bersama-sama dengan elektron valensi( elektron pada orbital s) dalam membentuk senyawa
 3.Sifat Kemagnetan
Setiap unsur transisi mempunyai sifat magnetik:
a.   paramagnetik,di mana atom, molekul, atau ion sedikit dapat ditarik oleh medan magnet karena ada elektron yang tidak berpasangan pada orbitalnya
contoh: Logam Sc, Ti, V, Cr, dan Mn
b.   diamagnetik, di mana atom, molekul, atau ion dapat ditolak oleh medan magnet karena seluruh elektron pada orbitnya berpasangan.
contoh Cu dan Zn.
c.     feromagnetik, yaitu kondisi yang sama dengan paramagnetik hanya saja dalam keadaan padat contoh  Fe, Co, dan Ni
4. Ion Berwarna
Tingkat energi elektron pada unsur-unsur transisi yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna pada ion-ion logam transisi. Hal ini terjadi karena elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak. Pada golongan transisi, subkulit 3d yang belum terisi penuh menyebabkan elektron pada subkulit itu menyerap energi cahaya, sehingga elektronnya tereksitasi dan memancarkan energi cahaya dengan warna yang sesuai dengan warna cahaya yang dapat dipantulkan pada saat kembali ke keadaan dasar.


5.ION KOMPLEKS
a. Pengertian Ion Kompleks
Ion kompleks merupakan ion yang tersusun dari ion pusat (atom pusat) yang dikelilingi oleh molekul atau ion (disebut ligan). Antara ion pusat dengan ligan terjadi ikatan koordinasi. Jumlah ikatan koordinasi yang terjadi antara ion pusat dengan ligan disebut  bilangan koordinasi.
                Contoh :
               [Cu(H2O)4]2+        : atom pusatnya adalah Cu2+
                                                ligannya adalah H2O
                                                bilangan koordinasinya adalah 4
                                                muatan  ion kompleks = bil Oks Cu + 4( muatan    ligan H2O)  =  +2  + 4 (0 ) =+ 2  + 0  =+ 2

b. Sruktur Ion Kompleks
Terbentuknya ion kompleks disebabkan oleh adanya ikatan koordinasi antara atom pusat dengan ligan. Atom pusat menyediakan orbital kosong yang nantinya akan ditempati oleh pasangan electron dari ligan. Menurut teori Warner, terbentuknya ikatan melalui pembentukan orbital gabungan dari atom pusat. Orbital gabungan ini sering disebut dengan orbital bastar  atau Hibridisasi.
 Contoh : Ion kompleks yang terdiri dari atom pusat Fe2+ dan enam buah ligan CN- ,ion kompleks apa yang terbentuk ?
 Bilangan  koordinasi Fe  =  6
 Mutan ion kompleks                  =   2  +  6 (-1)  =  -4
 Rumus ion Kompleks      ;  Fe(CN)64-
c. Tata Nama Senyawa Kompleks
                Penamaan senyawa kompleks menurut IUPAC mengikuti aturan sebagai berikut :

1.            Nama kation ( ion positif) disebut lebih dahulu, kemudian diikuti dengan nama anion (ion negatif) , seperti pada penamaan senyawa ion.
2.            Pada ion kompleks, urutan penyebutannya adalah : jumlah ligan – nama ligan – nama atom pusat ( biloks atom pusat ).
3.            Jumlah ligan disebut degan bahasa latin, 1 : mono, 2 : di, 3 : tri,  4: tetra 5 : penta 6 : heksa
4.            Nama ligan ditambah dengan akhiran o dengan cara :
–      Ligan-ligan yang berakhiran ida diganti dengan o
–      Ligan-ligan yang berakhiran it diganti dengan ito dan ato
–      Ligan netral diberi nama sesuai dengan nama molekulnya ( dalam bahasa latin)
                Cl-        =   kloro                    C2O42-       =   Oksalato
                Br-       =    bromo                  NO2-          =    Nitrito
                CN-      =    Siano                  OH-           =    Hidrokso
                SCN-    =    tiosiano              H2O          =     Akua
                S2O32- = tiosulfato                NH3         =    Amina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi masukan yang membangun.terima kasih