Minggu, 04 November 2012

STRUKTUR ATOM

-->



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyusun modul Kimia Kelas X Semester 1
            Modul Kimia hanya sebagian dari materi kimia kelas X semester 1 berisikan gambaran tentang materi Struktur Atom yang di mulai dari perkembangan model atom dan modul kimia ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan komunikatif untuk meningkatkan prestasi dan penguasaan materi kimia yang sederhana dan mudah dipahani peserta didik.
            Modul Kimia hanya  dipergunakan pada lingkungan SMAN 1 Bengkulu Selatan.Dengan modul ini diharapkan semua siswa kelas X dapat menggunakan sebagai pegangan dalam kegiatan belajar mengajar.
            Kami menyadari bahwa Penyusunan modul Kimia tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak .Untuk itu dengan tulus ,kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan .Modul ini juga masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kritik dan saran selalu kami nantikan.




                                                                                                penulis



Kegiatan 1
1.    Berdiskusi dengan siswa setalah siswa membaca dan memahami meteri
2.    Siswa mengerjakan soal latihan  ( LKS )kemudian hasilnya didiskusikan
3.    Siswa membaca rangkuman
4.    Siswa mengerjakan soal uji kompetensi
5.    Jika nilai dari hasil uji kompetensi masih dibawah 75 % maka siswa harus memahami materi lagi dan jika sudah 75 % keatas dapat melanjutkan ke materi berkutnya
 

      Struktur Atom

A. Perkembangan Pemahaman Mengenai Struktur Atom
         Setiap materi di alam semesta ini tersusun atas partikel-partikel yang sangat  kecil yang oleh para ahli dikenal dengan nama atom. Sejak dahulu kala pertama manusia berpikir tentang zat penyusun setiap materi, kemudian dirumuskannya teori atom dan sampai sekarang di zaman yang serba canggih ini, keberadaan atom sudah diterima semua orang, tetapi bagaimana bentuk sebenarnya atom tersebut serta penyusunnya belum diketahui secara pasti. Para ahli hanyamereka-reka berdasarkan pengamatan di laboratorium terhadap gejala yangditimbulkan jika suatu materi diberi perlakukan tertentu. Dari pengamatangejala-gejala tersebut para ahli kemudian membuat teori tentang atom danmemperkirakan bentuk atom tersebut yang dikenal dengan sebutan model atom.Model-model atom yang diusulkan oleh para ahli menglami per-kembangansampai sekarang dan akan terus berkembang seiring dengan semakin
canggihnya instrumen laboratorium yang ditopang oleh kemajuan iptek yang
luar biasa.

1. Model Atom Dalton
Tahukah Anda bahwa di dunia ilmu kimia ini patut dikenang satu nama sebagai pencetus teori atom modern yang asli. Dia adalah seorang guru dan ahli kimia berkebangsaan
Inggris bernama John Dalton (1776 – 1844). Sumbangan Dalton merupakan keunikan dari teorinya yang meliputi dua hal:a. Dia adalah orang pertama yang melibatkan kejadian kimiawi seperti halnya kejadian fisis dalam merumuskan gagasannya tentang atom.Dia mendasarkan asumsinya pada data kuantitatif, tidak menggunakan pengamatan kualitatif atau untung-untungan. Teori atom Dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Teori atom Dalton dikembangkan selama periode 1803-1808 dan didasarkan atas tiga asumsi
pokok, yaitu:
a.    Setiap unsur kimia tersusun oleh partikel-partikel kecil yang tidak dapat dihancurkan dan dipisahkan yang disebut atom. Selama mengalami perubahan kimia, atom tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan.
b.    Semua atom dari suatu unsur mempunyai massa dan sifat yang sama, tetapi atom-atom dari suatu unsur berbeda dengan atom-atom dari unsur yang lain, baik massa maupun sifat-sifatnya yang berlainan.
c.    Dalam senyawa kimiawi, atom-atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan angka sederhana.

2. Model Atom Thompson
      Pada tahun 1897 J. J. Thompson menemukan elektron. Berdasarkan penemuannyatersebut, kemudian Thompson
mengajukan teori atom baru yang dikenal dengan sebutan model atom Thompson. Model atom Thompson dianalogkan seperti sebuah roti kismis, di mana atom terdiri atas materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. Karena muatan positif dan negatif bercampur jadi satu dengan jumlah yang sama, maka secara keseluruhan atom menurut Thompson bersifat netral (Martin S. Silberberg, 2000).

3. Model Atom Rutherford
Antoine Henri Becquerel (1852-1908), seorang ilmuwan dari Perancis pada tahun 1896 menemukan bahwa uranium dan senyawa-senyawanya secara spontan memancarkan partikel-partikel. Partikel yang dipancarkan itu ada yang bermuatan listrik dan memiliki sifat yang sama dengan sinar katode atau elektron.Unsur-unsur yang memancarkan sinar itu disebut unsur radioaktif, dan sinar yang dipancarkan juga dinamai sinar radioaktif. Ada tiga macam sinar radioaktif, yaitu:
a. sinar alfa (α), yang bermuatan positif
b. sinar beta (β), yang bermuatan negatif
c. sinar gama(γ), yang tidak bermuatan
Sinar alfa dan beta merupakan radiasi partikel. Setiap partikel sinar alfa bermuatan +2 dengan massa 4 sma, sedangkan partikel sinar beta sama dengan elektron, bermuatan –1 dan massa 11.840 sma (dianggap sama dengan nol). Adapun sinar gama adalah radiasi elektromagnet, tidak bermassa,dan tidak bermuatan.

        Pada tahun 1908, Hans Geiger dan Ernest Marsden yang bekerja dilaboratorium Rutherford melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa (sinar bermuatan positif) pada pelat emas yang sangat tipis. Sebagian besar sinar alfa itu berjalan lurus tanpa gangguan, tetapi sebagian kecil dibelokkan dengan sudut yang cukup besar, bahkan ada juga yang dipantulkan kembali ke arah sumber sinar.Dari hasil percobaan kedua asistennya itu,Ernest Rutherford menafsirkan sebagai berikut.
a.    Sebagian besar partikel sinar alfa dapat  
           menembus pelat karena melalui daerah       
           hampa.
b.    Partikel alfa yang mendekati inti atom
            dibelokkan karena mengalami gaya
            tolak inti.
c.    Partikel alfa yang menuju inti atom
           dipantulkan karena inti bermuatan positif
           dan sangat massif
            (Martin S. Silberberg, 2000).
     Beberapa tahun kemudian, yaitu tahun 1911, Ernest Rutherford mengungkapkan
teori atom modern yang dikenal sebagai model atom Rutherford.
a.    Atom tersusun dari:
                i.    Inti atom yang bermuatan positif.
              ii.    Elektron-elektron yang bermuatan negatif dan mengelilingi inti.
b.    Semua proton terkumpul dalam inti atom, dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
c.    Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Hampir semua massa  atom terpusat pada inti atom yang sangat kecil.
d.    Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti, sedangkan atom bersifat netral.


4. Model Atom Niels Bohr
Dilihat dari kandungan energi elektron, ternyata model atom Rutherford mempunyai kelemahan. Ketika elektron-elektron mengelilingi inti atom, mereka mengalami percepatan terus-menerus, sehingga elektron harusmembebaskan energi. Lama kelamaan energi yang dimiliki oleh elektron makin berkurang dan elektron akan tertarik makin dekat ke arah inti, sehingga akhirnya jatuh ke dalam inti. Tetapi pada kenyataannya, seluruh elektron dalam atom tidak pernah jatuh ke inti. Jadi, model atom Rutherford harus disempurnakan.
        Dua tahun berikutnya, yaitu pada tahun1913, seorang ilmuwan dari Denmark yang
bernama Niels Henrik David Bohr (1885-1962) menyempurnakan model atom
Rutherford. Model atom yang diajukanBohr dikenal sebagai model atom Rutherford-
Bohr, yang dapat diterangkan sebagai berikut.
a.    Elektron-elektron dalam atom hanya dapat melintasi lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit-kulit atau tingkat tingkat energi, yaitu lintasan di mana elektron berada pada keadaan stationer,artinya tidak memancarkan energi.
b.    Kedudukan elektron dalam kulit-kulit, tingkat-tingkat energi dapat disamakan dengan kedudukan seseorang yang berada pada anak-anak tangga. Seseorang hanya dapat berada pada anak tangga pertama, kedua,ketiga, dan seterusnya, tetapi ia tidak mungkin berada di antara anak tangga-anak tangga tersebut.Model atom Bohr tersebut dapat dianalogkan seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planet-planet beredar mengelilingi matahari. Pada atom, elektron elektron beredar mengelilingi atom, hanya bedanya pada sistem tata surya, setiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, sedangkan pada atom setiap lintasan (kulit) dapat ditempati lebih dari 1 elektron.Dalam model atom Bohr ini dikenal istilah konfigurasi elektron, yaitu susunan elektron pada masing-masing kulit.Data yang digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron adalah nomor atom suatu unsur, di mana nomor atom unsur menyatakan jumlah elektron dalam atom unsur tersebut. Sedangkan elektron pada kulit terluar dikenal dengan sebutan elektron valensi.

5. Model Atom Mekanika Gelombang
            Pada 1923,Louis De Broglie mengemukan dualisme sifat elektron,yaitu sebagai partikel dan sebagai gelombang.Kemudian Werner Heisenberg mengajukan asas Ketidakpastian Heisenberg:”Tidak mungkin menentukan kecepatan sekaligus pada posisi elektron dalam ruang, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian (probabilitas) menemukan elektron dalam jarak tertentu dari inti.”
            Dari Asas tersebut muncullah istilah orbital,yaitu daerah disekitar inti inti atom tempat ditemukannya elektron.Pada tahun 1926,Erwin Schordinger berhasil merumuskan mekanika gelombang.

Tugas Individu
Latihan 1.1
1. Jelaskan kelemahan model atom Rutherford!
2. Bagaimana Niels Bohr mengatasi kelemahan model atom Rutherford?
3. Dewasa ini model atom yang diterima para ahli adalah model atom mekanika   
    kuantum.
4.Apakah model atom mekanika kuantum ini sudah sempurna? Masih mungkinkah ada
   model atom yang lebih sempurna?

B. Partikel Dasar
1. Sifat-sifat Partikel Dasar
Walaupun pada awalnya atom diartikan sebagai partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, tetapi dalam perkembangannya ternyata ditemukan bahwa atom tersusun atas tiga jenis partikel sub-atom (partikel dasar), yaitu proton, elektron, dan neutron. Massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom (sma), dimana 1 sma = 1,66 × 10–24 gram. Sedangkan muatan partikel dasar dinyatakan sebagai muatan relatif terhadap muatan elektron (e), di mana muatan 1 elektron = e = –1,60 × 10–19 coloumb.
Muatan 1 proton sama dengan muatan 1 elektron, tetapi tandanya berbeda. Massa 1 proton sama dengan massa 1 neutron, masing-masing 1 sma. Massa elektron lebih kecil daripada massa proton atau neutron.

2. Susunan Atom
      Henry Gwyn-Jeffreys Moseley (1887 – 1915) pada tahun 1913 menemukan bahwa jumlah muatan positif dalam inti atom merupakan sifat khas masing-masing unsur. Atom-atom dari unsur yang sama memiliki jumlah muatan positif yang sama. Moseley kemudian mengusulkan agar istilah nomor atom diberi lambang Z, untuk menyebutkan jumlah muatan positif dalam inti atom.
     Nomor atom unsur menunjukkan jumlah proton dalam inti. Setelah dilakukan percobaan, diketahui bahwa atom tidak bermuatan listrik yang berarti dalam atom jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif, sehingga nomor atom juga menunjukkan jumlah elektron dalam unsur.Nomor atom (Z) = jumlah proton = jumlah elektron,Misalnya, unsur oksigen memiliki nomor atom 8 (Z = 8), berarti dalam atom
oksigen terdapat 8 proton dan 8 elektron.
Selain nomor atom, ada juga yang disebut dengan nomor massa yang biasanya diberi lambang A. Nomor massa ini digunakan untuk menentukan jumlah nukleon dalam atom suatu unsur. Nukleon sendiri adalah partikel penyusun inti atom yang terdiri dari proton dan neutron.A(nomor massa) = jumlah proton (p) + jumlah neutron (n)
        Dalam penulisan atom, nomor massa (A) ditulis di sebelah kiri atas, sedangkan nomor atom (Z) ditulis di sebelah kiri bawah dari lambang unsur.
                       
                         Z x A

Keterangan: X = lambang unsur
                    A = nomor massa
                    Z = nomor atom
Untuk ion (atom bermuatan positif atau negatif) maka notasi ion, jumlah proton, neutron, dan elektron adalah:
_ Untuk atom netral, jumlah proton sama dengan jumlah elektron.
_ Untuk ion positif, jumlah proton (muatan positif) lebih banyak daripada elektron 
    (muatan negatif).
_ Untuk ion negatif, jumlah elektron (muatan negatif) lebih banyak daripada proton
   (muatan positif).
Contoh:
a. 6 C12 mempunyai jumlah proton, neutron, dan elektron sebagai berikut.
p = Z = 6
n = A Z = 12 – 6 = 6
Karena atom netral (tak bermuatan) maka e = p = 6.
b. Pada ion 9 F- 19 mempunyai jumlah proton, neutron, dan elektron sebagai berikut.
p = Z = 9
n = A Z = 19 – 9 = 10
Karena muatan F adalah –1 maka  jumlah e = p + 1 = 9 + 1 = 10

c. Pada ion 38Sr2+88  mempunyai jumlah proton, neutron, dan elektron sebagai berikut.
p = Z = 38
n = A Z = 88 – 38 = 50
Karena muatan Sr adalah 2+, maka Jumlah  e = p – q = 38 – 2 = 36





















 
-->
C. Isotop, Isobar, dan Isoton
1. Isotop
Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama,tetapi memiliki massa atom berbeda atau unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda.
Sebagai contoh, atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu:
            8O16 8O17 , 8O18  

2. Isobar
Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
Sebagai contoh:
           6C147N14 , dan 11Na2412Mg24

3. Isoton
Isoton adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom
berbeda), tetapi mempunyai jumlah neutron sama.
Sebagai contoh:
             6C137N14 , dan 15P3116S32
                                                     


Rangkuman
1.    Atom tersusun atas tiga partikel sub atom,yaitu elektron yang bermuatan negatif.proton yang bermuatan positif dan netron yang tidak bermuatan.Proton dan netron menyusun inti atom ,sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom.
2.    Atom pertama kali dicetuskan oleh Democritus
3.    John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom. Menurutnya, atom merupakan bagian terkecil dari unsur yang tidak dapat terbagi lagi.
4.     J.J. Thomson menemukan elektron yang merupakan bagian dari atom yang bermuatan negatif
5.    Ernest Rutherford berhasil menemukan inti atom yang dikelilingi oleh elektron di kulit luarnya.
6.    Menurut Bohr, elektron mengelilingi inti pada lintasan dan tingkat energi tertentu yang stabil,yaitu orbit,lintasan atau kulit
7.    Dalam teori atom mekanika gelombang ,posisi elektron dalam ruang tidak dapat ditentukan secara pasti yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron dalam jarak tertentu dari inti.


Uji Kompetensi
1. Partikel penyusun inti atom adalah ... .
A. proton
B. neutron
C. neutron dan elektron
D. proton dan neutron
E. proton, elektron, dan neutron
2. Di antara pernyataan berikut ini, yang benar untuk neutron adalah ... .
A. jumlahnya selalu sama dengan jumlah proton
B. jumlahnya dapat berbeda sesuai dengan nomor massa isotopnya
C. jumlahnya sama dengan jumlah elektron
D. merupakan partikel atom bermuatan positif
E. merupakan partikel atom bermuatan negatif
3. Jumlah elektron pada kulit N dengan nomor atom 20 adalah ... .
A. 18                           D. 32
B. 20                           E. 50
C. 30
4. Suatu isotop mempunyai 21 neutron dan nomor massa 40. Unsur tersebut
    mempunyai elektron sebanyak ... .
A. 11                           D. 16
B. 21                           E. 40
C. 19      
5. Diketahui nomor atom K dan Ar berturut-turut adalah 19 dan 18. Ion K+ dan
    atom Ar mempunyai kesamaan dalam hal ... .
A. jumlah elektron                            D. muatan inti
B. jumlah proton                               E. jumlah partikel dasar
C. jumlah neutron
6. Suatu unsur P mempunyai nomor atom 35 dan nomor massa 80.Isotop tersebut   
    mengandung ... .
A. 35 elektron dan 35 neutron
B. 35 proton dan 35 neutron
C. 35 proton dan 45 neutron
D. 35 elektron dan 80 neutron
E. 80 elektron dan 80 neutron
7. Suatu atom bermuatan negatif dua. Jika nomor massa 16 dan memiliki jumlah
    elektron 10, maka atom tersebut dilambangkan … .
            A.  6X10 ,                            D. 12X16
B. 8X16                       E.10X16
C. 16N10
8. Jika unsur A memiliki nomor atom 16, elektron yang dimiliki A2– adalah … .
A. 10                           D. 16
B. 12                           E. 18
C. 14
9. Pasangan unsur di bawah ini yang merupakan isotop adalah … .
A.  11Na23 dan 12Mg23
B. 15P31  dan   16s32
C. 92U233 dan .  92U238 ,                         
D. 15P32  dan  16s32
E. 51N123 dan 52Te123

10. Diketahui unsur 15P31, dan   16Q30 , 15R32  dan 16S32
      Unsur-unsur yang merupakan isobar adalah … .
A. P dan Q                 D. Q dan S
B. Q dan R                E. R dan S
C. P dan R
                                      



1.    Berdiskusi dengan siswa setalah siswa membaca dan memahami meteri
2.    Siswa mengerjakan soal latihan kemudian hasilnya didiskusikan
3.    Siswa membaca rangkuman
4.    Siswa mengerjakan soal uji kompetensi
5.    Jika nilai dari hasil uji kompetensi masih dibawah 75 % maka siswa harus memahami materi lagi dan jika sudah 75 % keatas dapat melanjutkan ke materi berkutnya

A.    Massa Atom Relatif
           Massa atom relatif dalam kimia sangat penting untuk mengetahui sifat unsur atau senyawa. Bagaimana cara menentukan massa atom relatif? Massa atom relatif yaitu bilangan yang menyatakan perbandingan massa atom unsur tersebut dengan massa atom yang dijadikan standar. Mula- mula dipilih hidrogen sebagai atom standar karena merupakan atom teringan. Kemudian diganti oleh oksigen karena atom oksigen dapat bersenyawa dengan atom lain. Syarat atom yang massa atomnya dijadikan standar adalah harus atom yang stabil dan murni, maka ditetapkan atom C-12 sebagai standar. Atom C-12 memiliki massa 12 satuan massa atom (sma). 1 sma sama dengan 1 /12 kali massa 1 atom C-12.
Massa atom relatif diberi lambang Ar dan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Ar unsur X = Massa 1 atom unsur X
                          1/ 12 . massa atom C-12
Jadi massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa satu atom unsur tersebut dengan   1/12 kali massa satu atom C-12.
Massa atom relatif beberapa unsur dapat dilihat pada Tabel 1.7.
Tabel 1.7 Massa atom relatif beberapa unsur
Nama Unsur
Lambang
Ar
Ar( Pembulatan )
Hidrogen
H
1,00797
1
Karbon
C
12,00
12
Belerang
B
32,064
32
Klor
Cl
35,453
35,5
Perak
Pt
107,870
108

Bagaimana cara menghitung massa atom relatif berdasarkan rumus di atas?
Perhatikan contoh soal berikut.
Contoh Soal
Hitung massa atom relatif Fe jika diketahui massa Fe = 55,874.


Penyelesaian:
Ar unsur Fe =       Massa Fe                    =   55,874    = 55,874  = 55,874  = 56     
                      1/12. massa atomC-12            1/12  x 12           1

Massa atom relatif dapat ditentukan berdasarkan massa isotop-isotop unsur di alam.
Bagaimana cara menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan
unsur di alam? Perhatikan contoh soal berikut.
Contoh Soal
1.    Di alam terdapat isotop tembaga dengan kelimpahan masing-masing 69,2% Cu yang memiliki massa   62,930 sma dan 30,8% Cu yang memiliki massa 64,928 sma. Tentukan massa atom relatif dari tembaga!
             Penyelesaian:
                 Ar Cu = (62,930 x 69,2%) + (64,928 x 30,8%) = 65,545.
2.    Di alam terdapat klor dalam dua isotop yaitu 75% klor-35 (35Cl) dengan 25%    klor-37 (37Cl).     
           Tentukan massa atom relatif Cl.
           Penyelesaian:
             Ar Cl = (75% x 35) + (25% x 37) = 35,5

Latihan 1.4

Selesaikan soal-soal berikut!
1.    Kelimpahan isotop boron di alam adalah 19,6% 5B10 dan 80,4% 5B11 dengan massa 5B10 = 10,0129 sma dan 5B11 = 11,0093 sma.Tentukan Ar boron

2.    Neon di alam terdiri atas dua isotop yaitu 10Ne20 dan 10Ne22. Jika massa atom relatif neon adalah 20,2 tentukan persentase isotop neon yang ringan.

B.   Massa Molekul Relatif ( Mr )
Dengan mengetahui Ar unsur kita dapat menentukan massa relatif dari senyawa, karena senyawa merupakan gabungan unsur-unsur dengan perbandingan yang tetap. Massa rumus relatif diberi lambangMr. Untuk menghitung Mr perhatikan contoh berikut.

Contoh Soal
TentukanMr dari karbon dioksida dan air!
Penyelesaian:
Rumus karbon dioksida = CO2
Molekul CO2 terdiri dari 1 atom C dan 2 atom O.Ar C = 12 dan O = 16
Mr CO2 = (1 x ArC) + ( 2 x Ar O ) = (1 x 12) + (2 x 16) = 44

Rumus air : H2O
Molekul H2O terdiri dari 2 atom H dan 1 atom O.Ar H = 1 dan O = 16
Mr H2O = (2 x ArH) + ( 1 x Ar O ) = (2 x 1) + (1 x 16) = 18
Mr sangat diperlukan untuk menentukan massa zat-zat yang direaksikan dan hasil-hasil reaksi dalam melakukan reaksi kimia yang akan dipelajari pada bab selanjutnya.
Latihan 1.5
Tentukan Mr dari senyawa-senyawa berikut.Jika Ar Atom-atom dibawah ini adalah ;
Ar: N =14 , H=1,  C=12,  S= 32,  O=16,  Na=23,  Cl=35,5,  Ca=40, Al=27
a. NH3                                    e. NaCl
b. CH4                                    f. CaCO3
c. H2SO4                             g. CH3COOH
d. HNO3                                h. Al2(SO4)3



RANGKUMAN
1.Massa atom Relatif ( Ar) unsur menyatakan perbandingan massa atom rata-rata suatu    
    unsur     terhadap 1/12 massa atom C-12
2. Massa Molekul Relatif ( Mr ) molekul unsur atau senyawa menyatakan perbandingan massa 
     molekul rata-rata unsur atau senyawa terhadap 1/12 massa atom C-12.Massa molekul  
     relatif dapat dihitung dengan menjumlahkan massa atom relatif unsur  atau senyawa yang 
     atom –atonya membentuk molekul/senyawa.

Uji Kompetensi
1. Di alam terdapat isotop 35Cl dan 37Cl dengan kelimpahan 35Cl = 75% sisanya 37Cl. Ar dari Cl adalah . .
A. 35                           D. 36,5
B. 35,5                        E. 37
C. 36
2. Jika diketahui:Ar: H = 1,C = 12,O = 16,Maka Mr alkohol dengan rumus C2H5OH
     adalah . . . .          
A. 33                           D. 46
B. 34                           E. 50
C. 45
3. Diketahui massa atom X  sebesar p kali massa atom C-12,sementara massa atom Y  
    sebesar q kali massa atom X.Dengan demikian ,massa atom Relatif  Y adalah ..
            A. q/ 12p                    D.  12 q/ p
            B.  12pq                     E.  12p/q
            C.  qp / 12
4. Atom 11A23 isoton dengan12Bx  Massa atom Realtif B adalah ....
A. 20                           D.  25
B. 22                           E.  26
C. 24
5. Jika diketahui:Ar: H = 1,N = 14,O = 16, S=32 Maka Mr (NH4)2SO4 adalah....
A. 90                           D. 110
B. 98                           E.  122
C. 100


Kunci Jawaban

1.    B
2.    D 
3.    A 
4.    C 
5.    E


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberi masukan yang membangun.terima kasih